0

My inspiration #siji

Posted by Heru Ziswa on 6/03/2012 10:05:00 PM
Assalamu'alaikum...

Dulunya aku gak terlalu suka lagu-lagu tembang (jadul). Dulunya aku selalu berpikir, lagu-lagu apa ini? Buat ngantuk saja. Tapi karena my parent selalu memutar lagu itu so asyik juga dengernya. Ya katakan saja penyanyi cewe mempunyai nada-nada lagu yang tinggi, Nia Daniati. Itu salah satu penyanyi cewe favourite ku. Tidak perlu dilihat dari usianya, tapi interprestasi lagunya, wow asyik. Lagu Gelas-gelas Kaca yang membuat aku kepincut dengan lagu-lagu penyanyi ini. 

Nahh disamping Nia Daniati ada juga penyanyi tembang cowo yang paling aku sukai. Ingin aku bertemu dengan beliau (mimipi kali) heheeee. Hampir 90% aku sangat menyukai karya akan lagu-lagunya termasuk interprestasi & improvisasinya. Mengapa? Karena semua karyanya itu ada yang menceritakan tentang alam, cinta & renungan (religius).  Walaupun sempat dicekal dizaman orde baru, tapi dia tetap terus berkarya. Pantang menyerah & terus semangat. Lirik-lirik yang diciptakannya hampir makna ambigu semua (seperti “coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang”).  Secara tidak langsung semua liriknya tepat sasaran meskipun ambigu (pas kena akal, pikiran & hati) heheeee. Jika suatu saat aku bisa bertemu dengannya aku akan berphoto ria (setiap momen apapun itu mesti diabadikan heheeee) & belajar memetik gitar dengan 5 jari dengannya, wow amazing ! o iya, penyanyi cowo itu adalah Ebit G Ade. 



Ada satu judul lagu yang aku pake untuk judul blog aku (Rindu Sebening Embun). Ya aku terinspirasi oleh lagu itu Cinta Sebening Embun by Ebit G Ade. Cukup menarik bagiku heheeee. Berikut lirik lagu yang bisa membuat aku tanpa beban & penyesalan heheeeee

Aku merasa terjebak dalam lingkaran membiusku
namun dorongan jiwa tak sanggup kutahan

Iblis manakah yang merasuk
aku memilih cara ini?
Mungkin karena 'ku merasa tak punya apa-apa

Dan ketika engkau datang
aku pejamkan mataku
Samar kudengar suaramu lembut memanggil namaku

Seketika sukmaku melambung
Kuputuskan untuk berlari menghindarimu sejauh mungkin
Cintaku kandas di rerumputan

itu sebagian lirik lagu yang berjudul Cintaku Kandas di Rerumputan. Lagu ini aku pikir melow hati instrumennya, eh gak taunya sedikit ngebit. Ya meskipun cintanya kandas, gak mesti melow hati kan? Aku suka cara dia, dimana ketika cintanya kandas, dia selalu mencari lagu yang judulnya melow tetapi aransement musiknya sedikit ngebit yang bisa membuat dirinya sendiri terhibur (termasuk juga denganku) ya serasa angin lalu gitu. Setiap mendengar lagu ini kakiku selalu bergoyang sendiri & tangan meneletup terus bawaannya heheheee. Asyik bray…

O iya perasaanku kok hanya ibu saja yang diberikan lagu untuk sebuah judul lagunya ya? Jarang sekali ayah? Contohnya saja Melly goeslow dengan lagunya bunda, Iwan Fals dengan lagunya Ibu. Tapi kapan ayah? Nahh di lagu Ebit G Ade inilah pertama kalinya aku mendengar lagu yang menceritakan tentang ayah. Ya judul lagu itu Titip Rindu Buat Ayah.   

Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

Engkau telah mengerti hitam

dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu
gambaran perjuangan

Sepenggalan lirik diatas membuat aku terdiam. Ya aku sedikit termenung & memikirkan maksud lirik itu. Wah ternyata benar-benar real keadaannya untuk waktu kedepan bagi seorang anak.  Nah coba perhatikan bait ke dua baris tiga & empat. Jika dipikir sih, betapa tanggung jawabnya seorang ayah untuk membesarkan serta mendidik anaknya. Segala daya & upaya terus dilakukannya demi cinta & kasih terhadap anaknya. Itulah saksi bisu perjuangan seorang ayah. Cobalah untuk mendengar lagu itu & renungkanlah untuk sejenak. 


Syukron jazilan :)






0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 Mihrab of Ziswa All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.